<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735</id><updated>2011-12-01T21:30:12.945+07:00</updated><category term='KARAKTERISTIK PEGAWAI  AMANAH'/><title type='text'>AMANAH</title><subtitle type='html'>"Barangsiapa diantara kalian yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami satu jarum atau yang lebih kecil, maka dia adalah khianat dan ia akan datang dengannya pada hari kiamat" (HR. Muslim)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://baeendah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-3625345300656918155</id><published>2010-11-01T02:30:00.000+07:00</published><updated>2010-11-01T02:30:28.652+07:00</updated><title type='text'>Prosedur CPR / RJP berubah !! (Bukan ABC, Tapi CAB)</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.proemergency.com/2010/10/prosedur-cpr-rjp-berubah-bukan-abc-tapi-cab/"&gt;Prosedur CPR / RJP berubah !! (Bukan ABC, Tapi CAB)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menejemen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-3625345300656918155?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.proemergency.com/2010/10/prosedur-cpr-rjp-berubah-bukan-abc-tapi-cab/' title='Prosedur CPR / RJP berubah !! (Bukan ABC, Tapi CAB)'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/3625345300656918155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/3625345300656918155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/11/prosedur-cpr-rjp-berubah-bukan-abc-tapi.html' title='Prosedur CPR / RJP berubah !! (Bukan ABC, Tapi CAB)'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-7078985212687497389</id><published>2010-06-26T22:35:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T22:35:00.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KARAKTERISTIK PEGAWAI  AMANAH'/><title type='text'>KARAKTERISTIK PEGAWAI AMANAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Breach-of-Trust-ebook/dp/B001SK4JXK?ie=UTF8&amp;amp;tag=c07c6-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; I&lt;/b&gt;ni adalah risalah singkat berupa nasihat untuk para pegawai dan karyawan dalam menunaikan pekerjaan-pekerjaan yang diamanahkan kepada mereka, mudah-mudahan bermanfaat dan dapat memicu semangat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja dan menunaikan kewajiban-kewajibannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun karakteristik pegawai amanah, syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al 'Abad mengulasnya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Menunaikan pekerjaannya dengan ikhlas mendapat balasan dunia dan akhirat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;A&lt;/b&gt;pabila seorang pegawai menunaikan pkerjaannya degnan sungguh-sungguh menghaapkan pahala dari Alloh, maka ia telah menunaikan kewajibannya dan berhak menerima balasan atas pekerjaannya di dunia dan beruntung dengan pahalanya di kampung akhirat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alloh berfirman: &lt;i&gt;"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang-orang yang menyuruh (manusia)memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf adau mengadakan perdamaian diantara manusia. barangsiapa yang bertbuat demikian kerena mencari keridloan Alloh, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar".&amp;nbsp; &lt;/i&gt;(An-Nisa': 114)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Menjaga jam kerja untuk kepentingan pekerjaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;W&lt;/b&gt;ajib atas setiap pegawai untuk menggunakan waktu yang telah dikhususkan untuknya dalam bekerja. tidak boleh ia menggunakan pada perkara-perkara lain selain pekerjaan yang wajib ditunaikannya pada waktu&amp;nbsp; bekerja tersebut. Dan tidak boleh ia menggunakan waktu itu atau sebagian darinya untuk kepentingan pribadinya, atau kepentignan orang lain yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya, karana jam kerja&amp;nbsp; bukanlah milik pegawai tsb, akan tetapi waktu tersebut untuk kepentingan pekerjaan yang ia mengambil upah darinya. dan sebagaimana seseorang ingin mengambil upahnya dengan sempurna serta tidak dikurangi bagiannya sedikitpun, maka hendaklah ia tidak mengurangi sedikitpun dari jam kerjanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alloh telah mencela &lt;i&gt;Al muthoffifin &lt;/i&gt;(orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka degnan sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain. Allooh berfirman:&lt;i&gt; " Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang apabila menerimatakaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau meninmbang untuk orang lain mereka mengurangi. Tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar, Yaitu ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semseta alam"&lt;/i&gt;. (Al Muthififin: 1-6)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Kriteria memilih pegawai&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; L&lt;/b&gt;andasan dalam memilih pegawai hendaklah ia seoang yang kuat (sehat) lagi amanah&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Karena dengan kekuatann ia sanggup melaksanakan pekerjaan yang diembankan padanya, dan dengan amanah dia akan menunaikan sesuai degnan tugas dan tanggungjawabnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini tersurat dalam firman Alloh :&lt;i&gt; "Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita. Karena sesungguhnya ia seoang yang paling baik yang engkau ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya (amanah)&lt;/i&gt;. (Al Qoshosh: 26)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Atasan adalah teladan bagi bawahannya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; A&lt;/b&gt;pabila para atasan pegawai melaksanakan kewajiban-kewajibannya dengansempurna, pegawai-pagawai yang menjadi bawahannya akan mencontoh mereka. Rosulullaah SAW bersabda :&lt;i&gt;"Setiap kalian dalah pemimpindan akan diminta pertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya tersebut".&lt;/i&gt; (HR. Bukhori : 2554 &amp;amp; Muslim: 1829).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Perlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan baik oleh orang lain&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; S&lt;/b&gt;ebagaimana seorang pegawai papabila ia mempunyai kebutuhan dengan yang laijinya, maka orang orang lain tersebbut wajib melakukannya dengan mu'amalah yang baik. Maka wajib pula bagi atasannya untuk memperlakukan orang lain degnan mu'amalah hasanah.&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sehingga apabila para atasan menjaga pekerjaan-pekerjaan dalam segala  waktu-waktunya,mereka akan menjadi teladan yang baik bagi bawahannya.  tetang hal ini Rosululloh telah bersabda: &lt;i&gt;"Maka barangsiapa yang  ingin dijauhkan dari api neraka dan ingin masuk suga, maka hendaklah  jika dia meninggal dalam keadaan beriman kepada Alloh dan hari akhir,  dan hendaklah ia memperlakukan manusia seperti halnya ia aingin  diperlakukan dengan baik&lt;/i&gt; (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Mendahulukan yang terdahulu dalam berurusan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;T&lt;/b&gt;ermasuk sikap adil dan insaf hendaknya seorang pegawai tidak mengakhirkan orang yang duluan dari orang-orang yang berurusan padanya, atau mendahulukan orang yang belakangan. akan tetapi ia mendahulukan berdasarkan urutan yang terdahulu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Memiliki sifat iffah dan bersih dari menerima sogokan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; S&lt;/b&gt;etiap pegawai harus menjaga kehormatan dirinya, berjiwa mulia dan kaya hati. Jauh dari memakan arta yangdidapat dengan cara batil dari apa yang diberikan padanya berupa suap walau dimanakan hadiah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah bersabda: " &lt;i&gt;Sesungguhnya akan datang pada manusia&lt;/i&gt; suatu &lt;i&gt;zaman dimana seseorang tidak lagi memperdulikan denga cara apa dia mengambil harta, apakah dari yang halal atau dari yang haram"&lt;/i&gt; (HR. Buklhori: 2083)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"B&lt;/b&gt;arangsiapa diantara kalian yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan dari kami satu jarum atau lebih kecil dari itu, maka dia adalah ghulul dan ia akan datang dengannya pada hari kiamat&lt;/i&gt; (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*******************&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Disadur oleh Ukim Sukiman dari buku "&lt;b&gt;BAGAIMANA MENJADI PEGAWAI YANG AMANAH&lt;/b&gt;" karya Abdul Muhsin bin Hamad Al 'Abad&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/Breach-of-Trust-ebook/dp/B001SK4JXK?ie=UTF8&amp;amp;tag=c07c6-20&amp;amp;link_code=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969" target="_blank"&gt;Breach of Trust&lt;/a&gt;&lt;img alt="" border="0" height="1" src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=c07c6-20&amp;amp;l=btl&amp;amp;camp=213689&amp;amp;creative=392969&amp;amp;o=1&amp;amp;a=B001SK4JXK" style="border: medium none ! important; margin: 0px ! important; padding: 0px ! important;" width="1" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-7078985212687497389?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://baeendah.blogspot.com/' title='KARAKTERISTIK PEGAWAI AMANAH'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/7078985212687497389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/7078985212687497389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/05/karakteristik-pegawai-amanah.html' title='KARAKTERISTIK PEGAWAI AMANAH'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-1661036609131910674</id><published>2010-06-03T04:42:00.000+07:00</published><updated>2010-06-03T04:42:40.587+07:00</updated><title type='text'>INGIN MENAMBAH PENDAPATAN  DENGAN MUDAH ?"</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="intro"&gt;&lt;/div&gt;Dear teman-teman semua,..&lt;br /&gt;Pada posting kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah kabar gembira  untuk Anda semua. Kabar  gembiranya adalah: telah diluncurkan sebuah  jaringan PPC baru, bernama &lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com.&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPC Ads Network lagi? Betul sekali. Tapi tentu, jaringan baru ini   tidak akan seperti yang lainnya. Jaringan PPC ini akan lebih user   friendly, responsif dan tentunya juga lebih membawa untung untuk semua   pihak.&lt;br /&gt;Bagi Anda yang tertarik untuk menjadi advertiser, untuk menyebarkan   iklan tentang produk-produk Anda, atau produk-produk yang Anda   affiliasikan, bisa mulai mencoba untuk mengiklankannya di jaringan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cost per Click (CPC) sangat murah, hanya mulai Rp 400 / klik /   iklan. Dan dengan dilindungi oleh sistem Anti Fraud (1 klik / IP /   hari), Anda bisa lebih tenang dan yakin bahwa setiap sen uang yang Anda   keluarkan tidak sia-sia.&lt;br /&gt;Bagi para affiliate dan reseller, Anda bisa menjadikan jaringan &lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com&lt;/a&gt;  &lt;/strong&gt;pilihan alternatif (atau bahkan pilihan utama) untuk beriklan.  Bagi para product owner, Anda pun bisa melakukan hal serupa &lt;strong&gt;plus&lt;/strong&gt;  merekomendasikan jaringan baru ini kepada para affiliate dan reseller  Anda (karena persaingan di jaringan PPC lain sudah ketat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mereka yang ingin menjadikan blog / website yang sudah dimiliki  sebagai sebuah &lt;strong&gt;mesin uang,&lt;/strong&gt; segeralah bergabung menjadi  publisher &lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;, dan mulai jaring komisi dari  klak-klik pengunjung pada blog / website Anda. Pendaftaran publisher &lt;strong&gt;100%  GRATIS.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; memberikan sharing profit  yang adil, 50%-50% antara network owner dan  para publisher. Untuk jenis  dan ukuran iklan, disediakan berbagai  ukuran iklan berbasis text dan  gambar dengan standard tampilan yang  sesuai dengan ukuran IAB. &lt;br /&gt;Minimum payout hanya Rp 50.000 dan dibayar  dalam waktu 7-14 hari  setelah request komisi dilakukan. Ini jauh lebih baik daripada banyak  jaringan PPC lainnya yang baru melakukan pembayaran setelah 30 atau  bahkan 40 hari setelah payout diminta... mana mau nunggu lama-lama. &lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya rasa NegeriAds adalah tempat yang tepat bila Anda  ingin menjadi seorang Advertoser atau Publisher untuk market Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang &lt;strong&gt;&lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;NegeriAds.Com&lt;/a&gt;  &lt;/strong&gt;dan ingin mendaftar (sebagai Advertiser atupun Publisher),  silakan segera datang ke:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;•••&amp;gt; &lt;a href="http://negeriads.com/index.php?r=6886" target="_blank"&gt;http://negeriads.com/index.php?r=6886&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba menjadi publisher NegeriAds.&lt;br /&gt;Salam sukses untuk Anda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-1661036609131910674?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://negeriads.com/index.php?r=6886' title='INGIN MENAMBAH PENDAPATAN  DENGAN MUDAH ?&quot;'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/1661036609131910674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/1661036609131910674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/06/ingin-menambah-pendapatan-dengan-mudah.html' title='INGIN MENAMBAH PENDAPATAN  DENGAN MUDAH ?&quot;'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-145837003741222061</id><published>2010-06-03T04:24:00.003+07:00</published><updated>2010-06-03T04:24:37.039+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cnkl%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cnkl%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cnkl%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cnkl%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0in;	margin-right:0in;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0in;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1032222179;	mso-list-template-ids:439807412;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}@list l1	{mso-list-id:1227646902;	mso-list-template-ids:525618494;}@list l1:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}@list l2	{mso-list-id:1263802669;	mso-list-template-ids:-124466256;}@list l2:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:.5in;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-.25in;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0in;}ul	{margin-bottom:0in;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/download-islami/free-sex-porn-blocker-software.html"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Free Sex &amp;amp; Porn Blocker Software&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;by &lt;a href="http://islam-download.net/author/Admin/" title="Posts by Admin"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Admin&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; under Amanah&lt;a href="http://islam-download.net/category/download-islami" title="View all posts in Download Islami"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, …”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[QS An-Nuur ayat 30-31]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Materi porn (porno) adalah salah satu masalah yang sangat besar pada zaman ini. Berbagai kerusakan yang sangat menyedihkan telah nampak dengan sangat jelas sebagai akibat dari materi porn (porno) ini. Pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dan sebagainya yang disebabkan rangsangan dari berbagai media &lt;i&gt;porn (porno) material &lt;/i&gt;porno terus terjadi. Sudah sering kita dengar berita anak kecil memperkosa temannya, atau berita pemerkosaan yang disertai pembunuhan, atau lainnya, dan sebabnya : free sex (seks), dan porn (porno)!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Internet memiliki dua sisi, dan materi porn (porno)adalah salah satu sisi negatifnya. Internet, sebagai salah satu media bebas yang sangat mudah diakses, sangat memberi andil besar dalam penyebarannya. Berbagai materi berbahaya seperti gambar, film, video, cerita dan berbagai muatan berbau free sex (seks) dan porn (porno) telah merajalela&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anda, teman Anda, anak-anak Anda, semua terancam bahaya. Jika tidak segera diatasi, minimal dicegah, tentunya akan terjadi kerusakan yang sangat parah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karenanya kita harus segera bertindak. Mari mulai dari sekarang kita membantu mencegah beredarnya materi porn (porno) di lingkungan kita, dengan cara :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[1] Memasang Banner Anti Free Sex (Seks) dan Porn (Porno) Di Website Anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jika Anda memiliki blog, silakan pasang banner ini di website Anda :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;img alt="merah" border="0" height="30" src="file:///C:/Users/nkl/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.gif" v:shapes="Picture_x0020_1" width="88" /&gt;&lt;img alt="merah" border="0" height="30" src="file:///C:/Users/nkl/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.gif" v:shapes="Picture_x0020_2" width="88" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;img alt="situsinianti-red" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/nkl/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image006.gif" v:shapes="Picture_x0020_3" width="120" /&gt;&lt;img alt="situsinianti-blue" border="0" height="40" src="file:///C:/Users/nkl/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image008.gif" v:shapes="Picture_x0020_4" width="120" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Silakan ambil kode bannernya di:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5zaXR1c2JlcnNpaC5jb20v" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://www.SitusBersih.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[2] Memasang &lt;a href="http://islam-download.net/download-islami/free-sex-porn-blocker-software.html"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Software Anti Porn (Porno)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Di Website Anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Salah satu yang disarankan adalah sebuah software porn blocker hasil karya anak bangsa, &lt;b&gt;Ahlul Faradish Resha, dari UGM Jogja.&lt;/b&gt; Beliau adalah salah seorang muslim prestatif yang memiliki karya nyata yang bermanfaat bagi kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Software ini berfungsi untuk mencegah akses situs-situs porno-grafi dari tempat komputer terseubut terpasang. Dapat dipasang sendiri, atau dengan strategi client-server. Cukup bermanfaat, dan insyaaAllah &lt;b&gt;gratis.&lt;/b&gt; Blokir berbagai situs yang menampilkan gambar porno, porn video dan cerita mesum dengan software ini. Selamatkan keluarga Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ini aalah software penangkis (penahan akses) menuju situs yang mengandung cerita foto mesum dewasa, penangkis gambar video mesum dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bagi Anda yang ingin mendapat info lebih jelasnya, silakan lihat di blog pribadi beliau di alamat &lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL2FobHVsLndlYi5pZC9wZXJzZW1iYWhhbi1sYWdpLXVudHVrLWFudGktcG9ybm9ncmFmaS8=" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;http://ahlul.web.id/persembahan-lagi-untuk-anti-pornografi/.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Jika masih kurang puas, ada juga software lainnya di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5uZXRuYW5ueS5jb20v" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.netnanny.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5rOXdlYnByb3RlY3Rpb24uY29tLw==" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.k9webprotection.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;      atau &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy50dWVhZ2xlcy5jb20vYW50aS1wb3JuLw==" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.tueagles.com/anti-porn/ &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5uZXRkb2dzb2Z0LmNvbS9hbnRpLXBvcm5vZ3JhcGh5L2FudGlwb3Jub2dyYXBoeS5odG1s" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.netdogsoft.com/anti-pornography/antipornography.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5kZXBrb21pbmZvLmdvLmlkL2Rvd25sb2FkLXByb2dyYW0vZG93bmxvYWQtZmlsdGVyLWFzdXNpbGEtMi8=" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.depkominfo.go.id/download-program/download-filter-asusila-2/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;[3] Melaporkan Penyimpangan di Internet Kepada Depkominfo &amp;amp; BRTI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Laporkan jika ada masalah yang Anda temui kepada pihak yang berwenang (ulil amri). Dalam kasus ini, Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), di:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5kZXBrb21pbmZvLmdvLmlkLw==" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.depkominfo.go.id/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;      atau &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://islam-download.net/scripts/linkt.php?code=aHR0cDovL3d3dy5icnRpLm9yLmlkLw==" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;www.brti.or.id/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Semoga usaha kita yang sederhana ini ini membawa manfaat yang banyak. Dan semoga usaha kita ini mendapat balasan berlipat ganda dari Allah Subahanahu wa Ta’ala. Aamiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://islam-download.net/download-islami/free-sex-porn-blocker-software.html#ixzz0pvFQz4wv"&gt;&lt;span style="color: #003399;"&gt;http://islam-download.net/download-islami/free-sex-porn-blocker-software.html#ixzz0pvFQz4wv&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-145837003741222061?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://islam-download.net/download-islami/free-sex-porn-blocker-software.html' title=''/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/145837003741222061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/145837003741222061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/06/free-sex-porn-blocker-software-by-admin.html' title=''/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-1724036210761928620</id><published>2010-01-17T16:35:00.000+07:00</published><updated>2010-01-17T16:46:39.503+07:00</updated><title type='text'>DIRI DAN METODE MENGELOLANYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;By. UKIM SUKIMAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Para pakar mendefinisikan diri (&lt;i&gt;dzat&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;self&lt;/i&gt;) itu sebagai : " &lt;i&gt;kecenderungan seseorang dan perasaannya tentang dirinya&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pakar mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Diri itu ialah '&lt;i&gt;amaliyyat nafiyyah &lt;/i&gt; "perilaku psikologis" yang megokohkan sulu'k (etika)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi pertama mengindikasikan sesuatu yang lebih spesifik, yaitu objek diri. Sedangkan definisi kedua mempunyai tinjauan yang mengarah kepada kerja dan perilaku diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa diri/&lt;i&gt;dzat &lt;/i&gt;atau&lt;i&gt; self&lt;/i&gt; adalah bahwa " &lt;i&gt;engkau mengenali pelbagai potensi dirimu dan engkau memafaatkan potensi yang terbaik yang engkau miliki".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dapatlah dikatakan bahwa " &lt;i&gt;seseungguhnya jalan menuju sukses itu ialah mengelola diri" (idarat al dzat)."&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika kita perhatikan  definisi praktek mengelola diri menurut pakarnya, mereka mengatakan :" &lt;i&gt;mengelola diri itu ialah membuktikan cita-ci ta tertentu dengan menggunakan pelbagai bahan materil yang memungkinkan"&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Jadi, &lt;i&gt; al idarah (mengelola diri) &lt;/i&gt;ialah suatu aktivitas yang berusaha untuk membuktikan cita-cita melalui 2 cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghimpun pelbagai sumber bahan dan segala yang memungkinkan  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterampilan mengearahkan  (potensi) dan menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dengan demikian kita dapat menentukan definisi diri/dzat/self secara komprehensif, yakni, bahwa dzat itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Kemampuan seseorang untuk mengerahkan seseorang untuk mngarahkan perasaan dan pemikirannya serta segala kemampuan yang memungkinkan untuk menggapai cita-cita dan tujuannya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sosiologi menetapkan sepuluh poin yang akan dapat membawa seseorang sukses dalam mengelola dan memahami dirinya. Sepuluh point tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tujuan yang jelas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpikir bagus mengenai tujuan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengambil contoh figure yang ideal/ cocok&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Percaya diri (&lt;i&gt;self confident&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpikir positif dan logis&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Strategi/ taktik yang tepat&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sabar dan tabah, pantang mundur&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kontinuitas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemapuan memenfaatkan waktu dalam mencapai tujuan dan cita-cita&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Saya ingin mengingatkan kepada anda supaya selalu ingat bahwa untuk sukses dalam hidup meraih apa yang engkau cita-citakan sampai kepada tujuan hidup anda, maka belajarlah bagaimana cara mengelola diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI:&lt;br /&gt;Dr. Akrim Ridho, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi Pribadi Sukses&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-1724036210761928620?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/1724036210761928620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/1724036210761928620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/01/diri-dan-metode-mengelolanya.html' title='DIRI DAN METODE MENGELOLANYA'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-8129065179512119955</id><published>2010-01-12T18:33:00.001+07:00</published><updated>2010-01-12T18:33:13.901+07:00</updated><title type='text'>Self Menejemen</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MANAJEMEN DIRI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Abu Hurairah berkata, Rasulullaah bersabda, "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Alloh dari pada mukmin yang lemah, tetapi pada masing-masingnya ada kebaikan. "Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Alloh, serta jangan lemah dan loyo. Jika sesuatu menimpamu maka janganlah engkau berkata, "Seandainya aku melakukannya, maka pasti akan seperti "ini dan itu" tetapi katakanlah,"Alloh telah menetapkan, dan apa saja yang dia kehendaki, pasti terjadi, sebab kata seandainya" itu membuka tindakan syaitan." (HR. Imam Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-8129065179512119955?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/8129065179512119955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/8129065179512119955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/01/self-menejemen.html' title='Self Menejemen'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-3565886023466984277</id><published>2010-01-01T19:33:00.001+07:00</published><updated>2010-01-01T19:33:48.256+07:00</updated><title type='text'>"Manajemen Konflik dalam Keluarga"</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;div&gt;&lt;table border='0' style='border-collapse:collapse'&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style='width:258px'/&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign='top'&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-top: 1px; padding-left: 1px; padding-bottom: 1px; padding-right: 1px' vAlign='middle'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt; "Manajemen Konflik dalam Keluarga" &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;table border='0' style='border-collapse:collapse'&gt;&lt;colgroup&gt;&lt;col style='width:630px'/&gt;&lt;/colgroup&gt;&lt;tbody valign='top'&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style='padding-top: 1px; padding-left: 1px; padding-bottom: 1px; padding-right: 1px'&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;strong&gt;Narasumber: Siti Urbayatun, S.Psi, M.Psi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;									&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt; Seminar online KHARISMA Women and Education  bulan Juni 2009 kali ini bersama nara sumber dari Yogyakarta  Ibu Siti Urbayatun, S.Psi, M.Psi mengangkat tema tentang Manajemen Konflik dalam keluarga. Beliau merupakan salah satu dosen di fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, konsultan di eramuslim.com dan merupakan Komisaris di Lembaga Psikologi terapan Cahaya Ummat Yogyakarta. kesibukan beliau yang sangat padat tidak mengurungkan niat beliau untuk melanjutkan jenjang pendidikan S3 beliau dalam program Doktor Psikologi UGM. Semol kali ini dihadiri lebih dari 25 peserta dari berbagai negara  yang mengakses Semol melalui fasilitas YM dan Paltalk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap keluarga berharap keluarga yang mereka bina menjadi keluaraga yang sakinah, mawadah dan warahmah. tetapi adakalanya permasalahan-permasalahan yang hadir dalam kehidupan berkeluarga membutuhkan sebuah manejemen yang baik agar permasalah yang hadir dapat segera diatasi dan tidak mengganggu hubungan keharmonisan di dalam kehidupan berkeluarga. ternyata manajemen Konflik di dalam kehidupan berumah tangga sudah diaturoleh islam di dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Islam adalah agama lengkap yang mengatur segala aspek dimensi kehidupan. Salah satunya adalah keluarga dan problematikanya. Keluarga adalah sebuah realisasi dari amal soleh, penelaahan ruhiyah dan sekaligus realisasi dari beberapa aspek yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Kesuksesan yang sesungguhnya bukan direalisasikan hanya dalam aspek bermasyarakat dan profesi saja, tetapi aspek keluarga juga harus mendapatkan porsi yang sama. Kehidupan berkeluarga dalam Islam disinggung di dalam Al-Quran Surat Ar-Rum: 21 yang berbunyai "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Dalam kehidupan berkeluaraga pasti terdapat konflik-konflik dan promblematika yang harus dihadapi dan harus diselesaikan dengan cara yang paling tepat. Alangkah baiknya jika permasalah-permasalahan yang ada diselesaikan dengan cara yang benar dan islami. Permasalahan yang terjadi biasanya menyangkut:&lt;br/&gt; 1. Permasalahan ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Hal ini biasanya terkait dengan masalah pendapatan yang didapatkan oleh sang istri jauh lebih besar dari pendapatan sang suami.Adakalanya superioritas suami sedikit terganggu dalam situasi seperti di contohkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;2.  Perbedaan pendapat dan prinsip&lt;br/&gt;3.  Permasalahan dengan keluarga besar. Permasalahan terjadi disebebkan karena keluarga besar terlalu mencampuri urusan internal keluarga&lt;br/&gt;4. perkembangan psikologis atau kepribadian masing-masing pasangan&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pemecahan dari permasalahan-permasalahan di atas adalah dengan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt; 1.Jalan komunikasi dan meningkatakan pemahaman masing-masing pasangan.&lt;br/&gt; 2. Saling memahami dan mengetahui kondisi psikologis pasangan masing-masing&lt;br/&gt; 3. Memperhatikan perasaan pasangan masing-masing atau meningkatkan perasaan empati kita terhadap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Contoh manajeman konflik di dalam Islam sudah digambarakan di dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 34-36 yang menyinggung konflik yang terjadi di dalam keluarga Rasulullah Saw. Ketika istri-istri beliau berkomplot dan protes serta meminta nafkah lebih terhadap apa yang telah Rasul beri. Karena hal tersebut maka turunlah surat Annisa ayat 34-36 tersebut yang mengatur bagaimana penyelesaian konflik di dalam keluarga.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;QS. An-Nissa 34 : "Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberi nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasehat kepada mereka, tinggalkanlahmereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukulah mereka. Tetapi jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah maha tinggi, Maha besar".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;QS. An-Nissa 35: "Dan jika kamu khawatir terjadi perseketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada sami-istri itu. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Mahateliti".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;QS. An-Nissa 36: "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jadi secara garis besarnya konflik keluarga di dalam islam diatur penyelesaiannya sebagai berikut&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. Menasehati jika istri atau pasangan melakukan kesalahan&lt;br/&gt;2. Tinggalkanlah atau pisah ranjang&lt;br/&gt;3. Jika perlu pukulah mereka (dalam tahap ini jika sudah tidak ada jalan yang lain)&lt;br/&gt;4. Memanggil juru damai dari kedua belah pihak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dalam kehidupan berumah tangga diperlukan rasa saling sayang dan memahami. Dan juga harus diperhatikan juga hal-hal kecil dari pasangan-pasangan kita. Semisal suami harus bisa memahami kondisi istri dan juga sebaliknya. Diperlukan juga adanya waktu refresh bersama-sama . Dan yang penting adalah jika ada permasalahan, akan sangat baik jika dibicarakan bersama dan dikomunikasikan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan untuk menjaga keharmonisan keluarga adalah:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. memberikan perhatian baik simpati ataupun empati yang tulus&lt;br/&gt;2. memberikan masukan yang jujur dan tulus&lt;br/&gt;3. memberikan panggilan yang baik kepada pasangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Rasulullah Saw memanggil Aisyah dengan sebuatan Humairah yang berarti yang berpipi merah.&lt;br/&gt; 4. menjadi pendengar yang baik&lt;br/&gt; 5. membuka pembicaraan dengan hal-hal dan topik-topik yang menarik dan menggembirakan.&lt;br/&gt; 6. menunjukkan kepada pasangan kita bahwa dialah yang terpenting, jadi memberikan perhatian yang khusus pada pasangan kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Pertanyaan dan jawaban Semol&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;1. saya menikah dg laki2 beda negara/budaya.pertanyaan saya (1) bagaimana memenej(mengatur) pernikahan yg beda negara dan budaya.(2) bagaimana menyikapi suami yg emosional,temperamen dan beda usia&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Untuk menghadapi masalaha kultural, sebaiknya bukan hanya menunggu pasangan untuk beradaptasi tetapi dari kita juga sebaiknya proaktif untuk membuka diri dan beradaptasi dengan pasangan. Untuk perbedaan bersifat teknis sebaiknya kita bisa saling melengkapi dengan pasangan dan berusaha memahaminya. Dan yang paling penting harus ada landasan bersama yaitu Al-Quran sebagai landasan penting dalam menjalankan kehidupan berumah tangga. Bila masalah trus datang, anggaplah itu sebagai sarana kita untuk bisa terus bersabar dan itu merupakan sarana meumbuhkan kepribadian kita dihadapan Allah SWT.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;2. Bagaimana perspektif Islam terhadap konflik? perspektif inilah yang akan sangat menentukan bagaimana pasangan suami istri mensikapi konflik, mengelola, dan mencari solusi atas konflik?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Berusaha berempati dengan pasangan dan memahami pasangan dengan segala latar belakang yang berbeda (yaitu keluarga, pola asuh, dll) yang mengakibatkan pasangan tidak mempunyai kepekaan yang sama dengan kita. Melatih diri kita untuk bisa memandang persoalan dengan sisi yang berbeda (dari sisi orang lain). Yang paling penting lainnya adalah adanya keterbukaan dengan pasangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;3. Jika kita mengenal satu keluarga yang tidak jujur kepada pasangannya, mungkin maksudnya supaya pasangan tidak terlalu pusing atau ikut stress dengan apa yang sedang dihadapinya. Namun hal tersebut malah menjadi konflik yang sampai terlihat dari luar. Apa yang sebaiknya kita lakukan, apakah dengan menasehati salah satu pasangan, atau kita biarkan saja karena itu sudah termasuk wilayah dalam negeri rumah tangga tersebut?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;memang sebaiknya aib di rumah tangga jangan sampai tersebar. Jika ada permasalahan bisa dikomunikasikan atau mencari penengah yang bisa memberikan solusi kepada permasalahan tersebut. Kita sebagai sahabat bisa menasehati sahabat kita tersebut dengan cara yang baik. Dan sebaiknya mencari sahabat yang bisa amanah dengan permasalah rumah tangga tersebut agar tidak tersebar luas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;4. Bagaimana mensikapi permasalahan dengan pasangan bila ternyata salah satu pasangan tidak merasa itu sebuah masalah akan tetapi sang istri merasa tertekan dengan kondisi yang ada?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Meningkatakan rasa empati yaitu mencoba menempatkan sudut pandang kita pada sudut pandang orang lain sehingga kita bisa merasakan atau peka terhadap perasaan orang yang sedang mengalami masalah tersebut. Yang terpenting disini juga membiasakan untuk berbagi dan berkomunikasi baik untuk hal-hal yang kecil sekalipun. Keterbukaan dan membiasakan mengemukakan perasaan yang ada merupakan sebuah cara yang baik untuk mengindari kesalahpahaman dan ketidakpekaan pasangan terhadap pasangan yang lainnya. Dan perlu diperhatikan juga sifat-sifat khusus pasangan kita apakah termasuk orang yang bisa menerima permasalahan secara langsung ataukah dengan bertahap.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;5. Mohon penjelasan tentang surat An-Nisa ayat 19&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya".&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jawaban:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dijelaskan pada ayat tersebut bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Bahwa mungkin apa yang tidak kita sukai membawa banyak manfaat dan terbaik untuk kita dan sebaliknya. Di ayat ini juga disinggung jika kita mendapat masalah atau tidak menyukai sesuatu maka bersabarlah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;6. Bagaimana menyikapi pasangan yang mempunyai masalalu yang kelam?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt; Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Jika pasangan mempunyai masa lalu yang kelam, cobalah untuk fokus berfikir tentang kelebihan-kelebihannya. Karena dalam diri manusia akan selalu tersimpan dua potensi, baik positif maupun negatif, yang saling berlomba untuk muncul dalam keseharian. InsyaAllah jika seseorang telah bertaubat maka Allah akan menjadikannya putih lagi bak cermin yang bening. Justru yang penting berpikir sekarang dan yang akan datang untuk menjaga kebersihan kepribadiannya. apa yang dipikirkan, itu akan mempengaruhu perasaanya. Jadi jangan banyk berpikir negatif tentang pasangan tersebut agar perasaan istrinya tidak terbawa negatif. Ikhlas, memaafkan adalah terapi kejiwaan; dan adil dalam menilai diri maupun pasangan akan membawa perasaan lebih tentram, InsyaAllah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-3565886023466984277?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/3565886023466984277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/3565886023466984277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/01/konflik-dalam-keluarga.html' title='&amp;quot;Manajemen Konflik dalam Keluarga&amp;quot;'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4563898436290136735.post-2809877775419545489</id><published>2010-01-01T18:03:00.001+07:00</published><updated>2010-01-01T18:03:49.136+07:00</updated><title type='text'>Prinsip-prinsip Perkembangan Anak</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;a title='Permanent Link to Prinsip-prinsip Perkembangan Anak' href='http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2008/09/18/prinsip-prinsip-perkembangan-anak/'&gt;&lt;span style='color:blue; font-family:Times New Roman; font-size:18pt; text-decoration:underline'&gt;&lt;strong&gt;Prinsip-prinsip Perkembangan Anak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:18pt'&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;By. Irwan Nuryana Kurniawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;Pemahaman kita yang benar tentang perkembangan anak insyallah akan membantu kita untuk memberi perlakuan yang tepat kepada anak-anak kita. Perkembangan anak pada dasarnya adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam seluruh bagian diri anak, baik fisik, sosial, emosi, dan kognitif (berpikir). Tulisan berikut ini akan mencoba menjelaskan prinsip-prinsip penting dalam perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;1. Dimensi-dimensi perkembangan anak—fisik, sosial, emosi, kognitif, dan spiritual—berhubungan erat satu sama lain. Perubahan dalam satu dimensi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh dimensi lain. Perkembangan dalam satu dimensi dapat membatasi atau memfasilitasi perkembangan pada dimensi-dimensi lainnya (Sroufe, Cooper, &amp;amp; DeHart 1992; Kostelnik, Soderman, &amp;amp; Whiren 1993). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Sebagai contoh, ketika para bayi mulai belajar berjalan, kemampuan mereka untuk menjelajahi lingkungan menjadi meluas dan pergerakan mereka ini, pada gilirannya, mempengaruhi perkembangan kognitif mereka. Sebagaimana halnya perkembangan dalam keterampilan berbahasa mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk membangun hubungan-hubungan social dengan orang dewasa dan anak-anak yang lain, dan pada gilirannya keterampilan-keterampilan dalam interaksi sosial ini dapat mendukung atau menghambat perkembangan bahasa mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Karena dimensi-dimensi perkembangan tersebut berhubungan satu sama lain, kita seharusnya menyadari betul hal ini dan menggunakan kesadaran ini untuk mengorganisasikan pengalaman-pengalam belajar anak di dalam cara-cara yang membantu anak-anak berkembang secara optimal dalam semua bagian perkembangan dirinya. Sebagai pendidik, misalnya, kesadaran akan adanya hubungan antar semua bagian perkembangan ini, bermanfaat untuk perencanaan kurikulum untuk berbagai kelompok usia anak. Kurikulum untuk bayi, anak-anak yang baru belajar berjalan dan anak usia prasekolah hampir dipastikan digerakan oleh kebutuhan untuk mendukung perkembangan yang sehat pada semua bagian diri anak. Sementara untuk anak-anak usia sekolah dasar perencanaan kurikulum diarahkan sebagai usaha-usaha untuk membantu anak-anak mengembangkan pemahaman-pemahaman konseptual yang dapat diaplikasikan pada mata pelajaran yang dipelajari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;2. Perkembangan anak berlangsung dalam sebuah tahapan yang relatif teratur di mana kemampuan-kemampuan, keterampilan-keterampilan, dan pengetahuan-pengetahuan lanjut anak terbangun atas kemampuan-kemampuan, keterampilan-keterampilan, dan pengetahuan-pengetahuan anak sebelumnya. Riset-riset perkembangan manusia menunjukkan bahwa tahapan-tahapan pertumbuhan dan perubahan anak usia 9 tahun pertama rentang kehidupan relatif stabil dan dapat diprediksikan tahapannya (Piaget 1952; Erikson 1963; Dyson &amp;amp; Genishi 1993; Gallahue 1993; Case &amp;amp; Okamoto 1996).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Perubahan-perubahan yang dapat diramalkan ini terjadi pada semua bagian perkembangan— fisik, emosi, sosial, bahasa, dan kognitif—meskipun bagaimana perubahan-perubahan ini mewujud dan makna yang dilekatkan pada perubahan tersebut mungkin bervariasi menurut kontek budaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pengetahuan mengenai perkembangan yang khas untuk setiap rentang usia anak membantu para orangtua atau pendidik untuk mempersiapkan lingkungan belajar dan merencanakan tujuan-tujuan kurikulum yang reaslistik dan pengalaman-pengalaman belajar yang tepat menurut perkembangan anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;3. Perolehan perkembangan bervariasi untuk setiap anak, termasuk untuk keberfungsian semua dimensi perkembangan dalam diri anak. Keragaman individual paling tidak dalam dua makna: keragaman dari rata-rata/normatif arah perkembangan dan keunikan setiap anak sebagai individu (Sroufe, Cooper, &amp;amp; DeHart 1992)&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Setiap anak adalah seorang pribadi unik dengan pola dan waktu pertumbuhan bersifat individual, sebagaimana halnya untuk kepribadian, temperamen, gaya belajar, latar belakang dan pengalaman keluarga. Semua anak memiliki kelebihan, kebutuhan-kebutuhan, dan minat-minat masing-masing; sejumlah mungkin memiliki kebutuhan belajar dan perkembangan yang khusus. Pemahaman tentang keragaman yang luas bahkan pada anak-anak usia kronologis (usia yang dihitung sejak anak lahir) yang sama, hendaknya mengantarkan kita pada kesadaran bahwa usia anak hanyalah sebuah gambaran kasar untuk kemasakan perkembangan anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pengakuan bahwa keragaman individual bukan hanya diharapkan tapi juga dihargai menuntut kita sebagai orang dewasa ketika berinteraksi dengan anak-anak memperlakukan mereka secara tepat dengan keunikannya masing-masing. Penekanan perlakuan anak secara individual sesuai dengan keunikan masing-masing anak tidaklah sama dengan "individualisme." Alih-alih demikian, pengakuan ini menuntut kita untuk tidak menganggap anak hanya sebagai anggota kelompok usia, kemudian mengharapkan mereka untuk menampilkan tugas-tugas perkembangan kelompok usia tersebut tanpa mempertimbangkan keragaman kemampuan adaptasi setiap individu anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Memiliki pengharapan tinggi terhadap anak adalah penting, tetapi memiliki harapan-harapan yang kaku menurut norma kelompok tidak mencerminkan kenyataan yang terjadi bahwa adanya perbedaan yang nyata dalam perkembangan dan belajar individual anak dalam tahun-tahun awal kehidupan. Harapan norma kelompok dapat memberi dampak yang sangat merusak terutama untuk anak-anak dengan kebutuhan perkembangan dan belajar yang khusus (NEGP 1991; Mallory 1992; Wolery, Strain, &amp;amp; Bailey 1992).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;4. Pengalaman-pengalaman awal memberikan pengaruh yang bersifat kumulatif maupun tertunda terhadap perkembangan anak; ada periode-periode optimal untuk jenis-jenis perkembangan dan belajar tertentu. Pengalaman-pengalaman awal anak, baik positif atau negatif, bersifat kumulatif dalam arti bahwa jika sebuah pengalaman frekuensi kejadiannya jarang, maka hal tersebut juga memiliki pengaruh minimal. Jika pengalaman-pengalaman positif atau negatif sering terjadi, mereka memberikan dampak yang sangat kuat, lama, dan bahkan memiliki dampak seperti bola salju (Katz &amp;amp; Chard 1989; Kostelnik, Soderman, &amp;amp; Whiren 1993; Wieder &amp;amp; Greenspan 1993). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Sebagai contoh, pengalaman seorang anak prasekolah bersama anak-anak dalam tahun-tahun prasekolah membantu dia mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial dan kepercayaan diri yang memungkinkan dia memiliki teman-teman/persahabatan dalam tahun-tahun pertama sekolah dan pengalaman-pengalaman ini selanjutnya menguatkan kompetensi sosialnya. Sebaliknya, anak-anak yang gagal untuk mengembangkan kompetensi sosial minimal dan diabaikan atau ditolak teman-teman sebayanya memiliki resiko tinggi untuk drop out sekolah, menjadi anak-anak dan remaja nakal, dan menunjukkan permasalahan kesehatan mental ketika mereka dewasa (Asher, Hymel, &amp;amp; Renshaw, 1984; Parker &amp;amp; Asher 1987). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pola-pola yang sama dapat diamati pada bayi-bayi yang menangis dan menunjukkan usaha-usaha sejenis dalam berkomunikasi yang ditanggapi secara teratur, memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Demikian juga, ketika anak-anak memiliki atau tidak memiliki pengalaman literasi sejak dini, seperti dibacakan secara teratur, keberhasilan mereka selanjutnya dalam belajar membaca sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Mungkin yang paling meyakinkan adalah hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman sosial dan sensorik motorik selama tiga tahun pertama kehidupan secara langsung mempengaruhi perkembangan neurologis otak, dengan implikasi-implikasi penting dan menetap terhadap kapasitas-kapasitas anak untuk belajar (Dana Alliance for Brain Initiatives 1996).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pengalaman-pengalaman awal juga dapat memberi pengaruh yang bersifat menunda, baik positif atau negatif, terhadap perkembangan selanjutnya. Sejumlah bukti menyarankan bahwa mengandalkan penguatan ekstrinsik (dari luar) seperti permen atau uang untuk membentuk perilaku anak, merupakan sebuah strategi yang efektif dalam jangka pendek, sementara motivasi intrinsik (dari dalam) lebih efektif untuk membentuk perilaku dalam jangka panjang (Dweck 1986; Kohn 1993). Sebagai contoh, memberi uang kepada anak untuk membaca dalam jangka panjang merusak keinginan anak untuk membaca sebagai kesenangan dan budaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pada dimensi tertentu dalam rentangan kehidupan, beberapa bentuk perkembangan dan belajar terjadi sangat optimal. Sebagai contoh, tiga tahun pertama kehidupan menjadi periode paling optimal untuk perkembangan bahasa verbal (Kuhl 1994). Meskipun keterlambatan-keterlambatan dalam perkembangan bahasa, baik karena kerusakan fisik atau lingkungan, dapat diperbaiki kemudian, penanganan sejenis menuntut pertimbangan-pertimbangan tersebut. Demikian juga, tahun-tahun prasekolah tampaknya menjadi periode optimal untuk perkembangan motorik yang mendasar dan karenanya keterampilan-keterampilan motorik mendasar lebih mudah dan lebih efisien dicapai pada periode usia ini (Gallahue 1995). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Anak-anak yang memiliki banyak kesempatan dan dukungan orang dewasa untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan motorik besar (berlari, melompat, melempar, dll) selama periode ini memiliki keuntungan kumulatif menjadi lebih baik dan mampu dalam menguasai keterampilan-keterampilan motorik yang lebih kompleks pada tahun-tahun berikutnya. Sebaliknya, anak-anak yang memiliki pengalaman awal terbatas kemungkinan besar mengalami kesulitan untuk menguasai kompetensi fisik dan menunjukkan keterlambatan ketika mencoba berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas olahraga tingkat lanjut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;5. Perkembangan berjalan dalam arah yang dapat diprediksikan menuju sebuah kondisi yang lebih kompleks, lebih terorganisasi, dan lebih terinternalisasi. Belajar selama periode anak usia dini berlangsung dari pengetahuan yang berbentuk perilaku menuju pengetahuan yang berbentuk simbolik (Bruner 1983). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Sebagai contoh, anak-anak belajar untuk mengenali rumah mereka dan tempat-tempat lain yang mereka kenal lebih dahulu sebelum mereka dapat memahami kata-kata kiri dan kanan atau membaca peta sebuah rumah&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Program-program yang tepat menurut tahapan perkembangan menyediakan banyak kesempatan kepada anak-anak untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka yang bersifat pengetahuan dengan menyediakan sebuah pengalaman langsung yang bervariasi dan membantu anak-anak menguasai pengetahuan yang bersifat simbolik melalui representasi pengalaman-pengalaman mereka dalam media yang beragam seperti menggambar, melukis, menyusun model, bermain drama, deskripsi-deskripsi verbal dan tertulisa (Katz1995). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Bahkan setiap anak yang masih kecil mampu untuk menggunakan beragam media untuk merepresentasikan konsep-konsep pemahaman mereka. Lebih lanjut, melalui representasi pengetahuan mereka, pengetahuan itu sendiri menjadi meningkat (Edwards, Gandini, &amp;amp; Forman 1993; Malaguzzi 1993;Forman 1994). Representasi modalitas sensori (baca panca indera) dan media juga bervariasi menurut usia anak. Sebagai contoh, kebanyakan bayi dan anak yang baru belajar berjalan kebanyakan belajarnya menggunakan panca indera dan motorik, tetapi anak-anak usia 2 tahun menggunakan satu benda melakukan satu hal dalam bermain (sebuah kotak untuk menelepon atau menggunakan sendok sebagai gitar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;6. Perkembangan dan belajar terjadi dalam dan dipengaruhi oleh kontek social cultural yang majemuk. Bronfenbrenner (1979, 1989, 1993) menyediakan sebuah model ekologis untuk memahami perkembangan manusia. Bronfenbrenner menjelaskan bahwa perkembangan anak paling baik dipahami dalam kontek keluarga, setting pendidikan, komunitas, dan masyarakat yang lebih luas. Kontek-kontek yang beragam ini berhubungan satu sama lain dan semuanya memiliki pengaruh terhadap anak yang sedang berkembang. Sebagai contoh, bahkan seorang anak diasuh dalam keluarga yang mencintai dan mendukungnya, komunitas yang sehat dipengaruhi oleh bias-bias masyarakat yang lebih luas, seperti rasisme atau seksisme, dan kemungkinan memperlihatkan pengaruh negatif dari stereotif negative dan diskriminasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Kultur merupakan pola-pola keyakinan dan perilaku, baik eksplisit dan implisit, yang diwariskan kepada generasi penerusnya oleh masyarakat atau kelompok social, kelompok religi, atau kelompok etnis di mana mereka tinggal. Karena kultur seringkali didiskusikan dalam kontek diversitas atau multikulturalisme, orang seringkali gagal untuk mengenali peran dominan yang yang dimainkan budaya dalam mempengaruhi perkembangan semua anak-anak. Setiap budaya menstruktur dan memaknai perkembangan dan perilaku anak (Edwards &amp;amp; Gandini 1989; Tobin, Wu, &amp;amp; Davidson 1989; Rogoff et al. 1993). Sebagaimana yang dikemukakan Bowman, "aturan-aturan perkembangan adalah sama untuk semua anak, tetapi kontek-kontek social membentuk perkembangan anak ke dalam konfigurasi-konfigurasi yang berbeda" (1994, 220). Guru-guru anak usia dini perlu memahami pengaruh kontek-kontek sosiokultural dalam belajar, mengenali kompetensi yang sedang berkembang pada anak-anak, dan menerima sebuah cara yang beragam pada anak-anak untuk mengekspresikan pencapaian-pencapaian perkembangan yang mereka peroleh (Vygotsky 1978; Wertsch 1985; Forman, Minick, &amp;amp; Stone 1993; New 1993, 1994; Bowman &amp;amp; Stott 1994; Mallory &amp;amp; New 1994a; Phillips 1994; Bruner 1996; Wardle 1996). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Para guru seharusnya mempelajari budaya dari mayoritas anak didik terutama budaya mereka memiliki budaya yang berbeda dengan peserta didiknya. Meskipun demikian, mengakui bahwa perkembangan dan belajar dipengaruhi oleh kontek-kontek social dan cultural bukan berarti menuntut para guru untuk memahami semua nuansa setiap budaya yang mereka temui dalam praktek-praktek mereka; hal ini akan menjadi tugas yang tidak mungkin. Lebih dari itu, pengakuan fundamental ini membuat para guru peka terhadap kebutuhan untuk mengakui bagaimana pengalaman cultural yang mereka miliki membentuk perspektif mereka dan untuk menyadari bahwa perspektif yang majemuk harus dipertimbangkan dalam keputusan-keputusan tentang perkembangan dan belajar anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Anak-anak mampu belajar untuk berfungsi di dalam lebih satu kontek budaya secara simultan. Meskipun demikian, jika para guru menetapkan ekspektasi-ekspektasi yang rendah untuk anak-anak berdasarkan budaya dan bahasa rumah mereka, anak-anak tidak dapat berkembang dan belajar secara optimal. Pendidikan seharusnya merupakan sebuah proses yang memiliki nilai tambah. Sebagai contoh, anak-anak yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris seharusnya mampu untuk belajar bahasa Inggris tanpa dipaksa untuk menyerah pada bahasa ibu mereka (NAEYC 1996a). Demikian juga, anak-anak yang terbiasa memakai bahasa Inggris mendapatkan keuntungan dari belajar bahasa lainnya. Tujuannya adalah bahwa semua anak belajar untuk berfungsi dengan baik dalam masyarakat secara keseluruhan dan bergerak secara nyaman di antara kelompok orang-orang yang memiliki latarbelakang yang sama maupun berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;7. Anak-anak adalah pembelajar aktif, mengalami langsung pengalaman fisik dan sosial sebagaimana halnya pengetahuan yang ditransmisikan secara kultural untuk menyusun pemahaman-pemahaman mereka sendiri tentang dunia yang ada di sekitar mereka. Anak-anak memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan belajar mereka sendiri sebagaimana halnya mereka berusaha untuk menanggapi pengalaman-pengalaman harian mereka di rumah, program usia dini dan komunitas. Prinsip-prinsip dari praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan didasarkan pada teori-teori dominan yang memandang bahwa perkembangan intelektual dari sebuah perspektif konstruktivis-interaktif (Dewey 1916; Piaget 1952; Vygotsky 1978; DeVries &amp;amp; Kohlberg 1990; Rogoff&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;1990; Gardner 1991; Kamii &amp;amp; Ewing 1996).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Sejak lahir, anak-anak secara aktif terlibat dalam menyusun pemahaman-pemahan mereka sendiri dari pengalaman-pengalaman dan pemahaman-pemahaman ini dimediasi oleh dan secara pasti terhubungan kepada kontek sosiokultural. Anak-anak usia dini secara aktif belajar dari mengamati dan berpartisipasi dengan anak-anak dan orang dewasa lain, termasuk di dalamnya adalah para orangtua dan para guru. Anak-anak membentuk hipotesis mereka sendiri dan membuktikannya melalui interaksi sosial, manipulasi fisik, dan melalui proses-proses berpikir mereka sendiri—mengamati apa yang terjadi, merefleksikan dalam temuan-temuan mereka, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan memformulasikan jawaban-jawaban. Ketika objek-objek, peristiwa-peristiwa, dan orang-orang lain menunjukkan hal yang berbeda dengan model yang secara mental telah tersusun dalam diri anak, anak dipaksa untuk menyesuaikan model atau mengubah struktur mental untuk mempertimbangkan informasi baru. Selama masa usia dini, anak-anak secara kontinyu memproses pengalaman-pengalaman baru untuk membentuk ulang, memperluas, dan mereorganisasi struktur-struktur mental (Piaget 1952; Vygotsky 1978; Case &amp;amp; Okamoto 1996). Ketika para guru dan orang dewasa menggunakan berbagai strategi untuk mendorong anak-anak melakukan refleksi atas pengalaman-pengalaman mereka melalui sebuah perencanaan, maka pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh menjadi mendalam (Copple, Sigel, &amp;amp; Saunders 1984; Edwards, Gandini, &amp;amp; Forman 1993; Stremmel &amp;amp; Fu 1993; Hohmann &amp;amp; Weikart 1995).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Dalam pernyataan prinsip ini, istilah pengalaman fisik dan sosial digunakan dalam kontek yang luas termasuk ekspose anak terhadap pengetahuan fisik, belajar melalui pengalaman menggunakan benda-benda ( mengamati bahwa bola yang dilempar ke udara jatuh kembali), dan pengetahuan sosial, termasuk hal-hal penting yang secara kultural ditransmisikan agar anak-anak berfungsi dengan baik di dunia ini. Sebagai contoh, anak-anak secara progresif menyusun pemahaman mereka atas berbagai symbol, akan tetapi yang mereka gunakan (seperti system alphabet atau numeric) merupakan sesuatu yang ditransmisikan kepada mereka oleh orang-orang dewasa dalam budaya mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Dalam tahun-tahun belakangan ini, diskusi-diskusi mengenai perkembangan menjadi terpolarisasi (lihat Seifert 1993). Teori Piaget menekankan bahwa perkembangan struktur kognitif tertentu merupakan prasyarat bagi belajar (contoh perkembangan mempengaruhi belajar), sementara penelitian lainnya telah mendemonstrasikan bahwa pengajaran tentang konsep-konsep spesifik atau strategi-strategi dapat memfasilitasi perkembangan struktur kognitif menjadi lebih matang (belajar mempengaruhi perkembangan) (Vygotsky 1978; Gelman &amp;amp; Baillargeon 1983). Usaha-usaha terkini untuk mengatasi dikotomi yang jelas ini (Seifert 1993; Sameroff &amp;amp; McDonough 1994; Case &amp;amp; Okamoto 1996) mengakui bahwa esensinya kedua perspektif teoritis tersebut adalah benar dalam menjelaskan aspek-aspek perkembangan kognitif selama usia dini. Pengajaran yang strategis tentu saja dapat meningkatkan belajar anak-anak. Dengan demikian, pengajaran langsung kemungkinan besar tidak efektif dan gagal jika tidak disesuaikan dengan pengetahuan dan kapasitas-kapasitas kognitif anak dalam setiap tahapan perkembangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;8. Perkembangan dan belajar merupakan hasil interaksi antara maturasi biologis dan lingkungan, baik fisik maupun sosial, di mana anak-anak tinggal di dalamnya. Prinsip ini menunjukkan bahwa manusia merupakan produk hereditas (biologis) dan lingkungan dan kedua kekuatan ini berhubungan satu sama lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Para penganut behavioris (aliran perilaku) memfokuskan pada pengaruh-pengaruh lingkungan sebagai penentu belajar, sementara para penganut maturasionis (aliran kemasakan biologis) menekankan pentingnya hereditas—karakteristik biologis bawaan. Setiap perspektif benar sampai tingkatan tertentu dan selebihnya keduanya tidak mampu untuk menjelaskan belajar atau perkembangan. Sekarang ini, perkembangan dilihat sebagai hasil dari proses transaksional yang interaktif antara individu yang sedang tumbuh dan berkembang dengan pengalaman-pengalaman dalam lingkungan fisik dan sosial (Scarr &amp;amp; McCartney 1983; Plomin 1994a, b). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Sebagai contoh, sebuah bawaan genetik kemungkinan memprediksi pertumbuhan yang sehat, tetapi nutrisi yang tidak mencukupi dalam tahun-tahun awal kehidupan mengganggu terpenuhinya potensi tersebut. Disabilitas yang parah, baik disebabkan hereditas atau lingkungan, kemungkinan dapat diperbaiki melalui intervensi yang sistematik dan tepat. Demikian juga halnya, seorang anak dengan temperamen yang dibawanya—sebuah kecenderungan psikologi dalam menanggapi situasi tertentu—membentuk dan dibentuk oleh bagaimana anak-anak lain dan orang-orang dewasa berkomunikasi dengan anak tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;9. Bermain merupakan sebuah instrumen penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak-anak, juga sebagai sebuah refleksi atas perkembangan mereka. Memahami bahwa anak adalah konstruktor-konstruktor aktif atas pengetahuan yang dimiliki dan bahwa perkembangan dan belajar sebagai hasil proses interaktif, para guru anak usia dini mengakui bahwa bermain bagi anak merupakan sebuh kontek yang sangat mendukung untuk proses-proses perkembangan tersebut (Piaget 1952; Fein 1981; Bergen 1988; Smilansky &amp;amp; Shefatya 1990; Fromberg 1992; Berk &amp;amp; Winsler 1995).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Bermain memberi anak-anak kesempatan-kesempatan untuk memahami dunia, berinteraksi dengan orang lain dalam cara-cara yang secara sosial diterima, mengekspresikan dan mengontrol emosi-emosi, dan mengembangkan kapabilitas-kapabilitas simbolik mereka. Permainan anak memberi orang-orang dewasa pencerahan-pencerahan atas perkembangan anak-anak dan kesempatan-kesempatan untuk mendukung pengembangan strategi-strategi baru. Vygotsky (1978) meyakini bahwa bermain mengarahkan perkembangan, sebagai contoh, permainan simbolik dapat mempromosikan perkembangan abilitas-abilitas representasi simbolik. Bermain menyediakan sebuah kontek bagi anak-anak untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan yang baru dikuasai dan juga berfungsi sebagai sudut pengembangan kapasitas-kapasitas untuk menjalankan peran-peran sosial yang baru, mencoba tugas-tugas yang baru atau yang menantang, dan memecahkan permasalahan yang komplek yang mungkin bisa atau tidak akan bisa mereka tangani (Mallory &amp;amp; New 1994b).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Penelitian menunjukkan pentingnya permainan sosiodrama sebagai bagian dari kurikulum belajar untuk anak-anak usia 3 sampai 6 tahun. Ketika para guru menyediakan sebuah organisasi tematik untuk bermain, menawarkan dukungan, ruang, dan waktu yang tepat, dan menjadi lebih terlibat dalam permainan dengan memperluas dan mengelaborasi atas gagasan-gagasan anak, maka bahasa dan keterampilan-keterampilan literasi anak dapat ditingkatkan (Levy, Schaefer, &amp;amp; Phelps 1986; Schrader 1989, 1990; Morrow 1990; Pramling 1991; Levy, Wolfgang, &amp;amp; Koorland 1992). Selain mendukung perkembangan kognitif, bermain juga menyediakan sejumlah fungsi penting bagi perkembangan fisik, emosi, dan sosial anak-anak (Herron &amp;amp; Sutton-Smith 1971). Anak-anal mengungkapkan dan merepresentasikan gagasan-gagasan, pemikiran-pemikiran, dan perasaan-perasaan mereka ketika terlibat dalam bermain simbolik. Selama bermain, seorang anak belajar untuk mengatasi emosi, untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk mengatasi konflik-konflik, dan untuk mendapatkan perasaan kompeten. Melalui bermain, anak-anak juga dapat mengembangkan imajinasi-imajinasi dan kreativitas-kreativitas mereka. Oleh karena itu, inisiatif anak dan dukungan guru dalam bermain merupakan komponen esensial dalam praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak (Fein &amp;amp; Rivkin 1986).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;10. Perkembangan tingkat lanjut dicapai ketika anak-anak memiliki kesempatan-kesempatan untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan yang baru dikuasai, sebagaimana juga mereka mengalami sebuah tantangan dalam level di atas penguasaan mereka sekarang ini. Penelitian-penelitian mendemonstrasikan bahwa anak-anak perlu untuk mampu menegosiasikan sebagian besar tugas-tugas belajar dengan sukses untuk memelihara motivasi dan keteguhan mereka (Lary 1990; Brophy 1992). Dihadapkan pada kegagalan yang berulang, kebanyakan anak-anak berhenti untuk mencoba. Implikasinya adalah bahwa pada sebagian besar waktu para guru seharusnya menyediakan anak-anak dengan tugas-tugas yang dengan usaha-usahanya mereka dapat menyelesaikan dan mempresentasikannya sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Pada saat yang sama anak-anak secara kontinyu menghadapi situasi-situasi dan stimulasi-stimulasi yang memberi mereka kesempatan untuk bekerja pada tingkat kemampuan mereka yang sedang berkembang (Berk &amp;amp; Winsler 1995; Bodrova &amp;amp; Leong 1996). Selanjutnya, dalam sebuah tugas yang berada di atas jangkauan independensi anak, orang-orang dewasa dan teman sebaya yang lebih kompeten memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dengan menyediakan dukungan-dukungan yang memungkinkan anak mampu mengambil langkah selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Perkembangan dan belajar merupakan proses-proses dinamik yang menuntut orang-orang dewasa memahami dan mengamati anak-anak secara lebih dekat dan kontinum agar sesuai dengan kurikulum dan mengajari anak-anak kompetensi-kompetensi emergensi, kebutuhan-kebutuhan, dan minat-minat mereka, dan membantu anak-anak untuk maju lebih jauh dengan memberi target pengalaman-pengalaman pendidikan sampai pada level kapasitas-kapasitas anak-anak yang memang sedang berubah, sehingga membuat mereka menjadi tertantang, bukan frustasi. Manusia, terutama anak-anak, sangat dimotivasi untuk memahami apa yang sebagian besar mereka pahami dan untuk menguasai sebagian besar apa yang mereka mampu lakukan (White 1965; Vygotsky 1978). Prinsip belajar adalah pertama-tama anak-anak dapat melakukan sesuatu dalam sebuah kontek suportif dan kemudian secara mandiri dan berada dalam sebuah kontek yang lebih beragam. Rogoff (1990) menggambarkan proses belajar yang dibantu orang dewasa sebagai "partisipasi terbimbing" untuk menekankan bahwa anak-anak secara aktif berkolaborasi dengan orang lain untuk bergerak maju menuju sebuah level pemahaman dan keterampilan yang lebih kompleks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;11. Anak-anak menunjukkan cara-cara yang berbeda dalam mengetahui dan belajar, dan cara-cara yang berbeda dalam merepresentasikan apa yang mereka ketahui. Pada kurun waktu tertentu, para teoritisi belajar dan ahli psikologi perkembangan telah mengakui bahwa manusia terlahir untuk memahami dunia dalam cara-cara yang beragam dan bahwa setiap individu cenderung memiliki preferensi atau model belajar tertentu. Studi-studi perbedaan dalam modalitas belajar telah menemukan hal yang kontras antara pembelajar visual, auditori, atau taktil. Sementara karya yang lain telah mengidentifikasi jenis pembelajar mandiri atau dependen (Witkin 1962). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Gardner (1983) memperluas konsep ini dengan berteori bahwa manusia paling tidak memiliki tujuh "intelegensi." Sebagai tambahan terhadap kecerdasan tradisional yang penting bagi keberhasilan sekolah yaitu kecerdasan bahasa dan logika matematis, setiap individu paling tidak memiliki kecerdasan dalam bidang-bidang lain: musikal, spasial, kinestetik tubuh, intrapersonal dan interpersonal. Malaguzzi (1993) menggunakan metaphor "100 bahasa" untuk menggambarkan modalitas yang beragam yang digunakan anak-anak untuk memahami dunia dan merepresentasikan pengetahuan mereka. Proses-proses merepresentasikan pemahaman yang mereka miliki, dengan bantuan guru-guru, dapat membantu anak-anak memperdalam, memperbaiki, dan memperluas pemahaman mereka (Copple, Sigel, &amp;amp; Saunders 1984; Forman 1994; Katz 1995). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Prinsip modalitas yang beragam memberi implikasi bahwa para guru seharusnya menyediakan bukan hanyak kesempatan-kesempatan setiap anak secara individual menggunakan preferensi model belajarnya sebagai menjadi modal kekuatan mereka (Hale-Benson 1986) tetapi juga kesempatan-kesempatan untuk membantu anak-anak mengembangkan intelegensi-intelegensi yang mereka sadari tidak begitu menonjol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;12. Anak-anak berkembang dan belajar dengan sangat baik dalam kontek sebuah komunitas di mana mereka aman dan dihargai, kebutuhan-kebutuhan fisik mereka terpenuhi, dan mereka merasa secara psikologis aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Maslow (1954) mengkonseptualisasikan sebuah hierarki kebutuhan-kebutuhan dimana belajar tidak mungkin terjadi kecuali kebutuhan-kebutuhan fisiologis dan psikologis untuk aman terpenuhi lebih dahulu. Karena keamanan dan kesehatan fisik sekarang-sekarang ini seringkali terancam, program-program untuk anak usia dini harusnya bukan hanya menyediakan nutrisi, keamanan, dan kesehatan yang adekuat tapi juga pastikan layanan-layanan yang lebih komprehensif, seperti fisik, gigi, kesehatan mental, sosial (NASBE 1991; U.S. Department of Health &amp;amp; Human Services 1996). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:12pt'&gt;&lt;span style='color:black'&gt;Perkembangan anak-anak dalam semua bagiannya dipengaruhi oleh abilitas mereka untuk membangun dan memelihara sebuah hubungan primer yang positif secara konsisten dengan orang-orang dewasa dan anak-anak yang lain (Bowlby 1969; Stern 1985; Garbarino et al. 1992). Hubungan-hubungan primer ini berawal dalam keluarga tetapi kemudian meluas seiring berjalannya waktu termasuk guru-guru anak-anak dan anggota-anggota komunitas; oleh karena itu, praktek-praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan seharusnya memperhatikan dengan baik kebutuhan-kebutuhan fisik, sosial, dan emosi sebagaimana halnya perkembangan intelektual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4563898436290136735-2809877775419545489?l=baeendah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/2809877775419545489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4563898436290136735/posts/default/2809877775419545489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baeendah.blogspot.com/2010/01/prinsip-prinsip-perkembangan-anak.html' title='Prinsip-prinsip Perkembangan Anak'/><author><name>UKIM SUKIMAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07736022904142400406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_DLsX4ztl07A/TAEg91e-YfI/AAAAAAAAAGA/wHy7_2lA6nQ/S220/loggoku.jpg'/></author></entry></feed>
